KETENTUAN ISLAM TENTANG SIYASAH SYARI’AH

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.     KHILAFAH
  2. 1.       Pengertian Khilafah

Secara bahasa, Khilaafah berarti penggantian atau suksesi, masdar dari kata kerja kho-la-fa (mengganti). Sedangkan kata Kholiifah adalah ism faa’il (subjek) dari kata kerja yang sama (kho-la-fa), maknanya adalah “orang yang menggantikan/orang yang menempati posisi sebagai pengganti”.[1]

Kata khilafah ini sinonim dengan imamah dan imarahyang ketiganya mempunyai arti pemerintahan atau kepemimpinan. Dari segi bahasa, ketiga kata tersebut mengalami pergeseran arti menjadi pemerintahan, sehingga kata khilafah, imamah dan imarah adalah sebutan untuk lembaga politik yang mengatur pemerintahan.[2]

Adapun secara istilah, para ulama fiqih mendefinisikan yaitu Kepemimpinan umum dalam urusan agama dan dunia. Dengan kata lain, yaitu kepemimpinan umum bagi umat Islam secara keseluruhan di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syara dan mengemban dakwah Islamiyah ke seluruh penjuru dunia.[3]

Sedangkan kholiifah secara istilah adalah orang yang diserahi tugas untuk menjalankan Khilaafah. Dia disebut sebagai kholiifah (pengganti) karena bertugas menggantikan fungsi Rasulullaah shollallaahu ‘alaihi wa sallam dalam hal penegakkan hukum Islam di tengah kehidupan umat manusia dan dalam hal menjalankan langkah-langkah strategis untuk menyebarkan Islam ke seluruh penjuru alam.[4]

Sesuai Dalil dari al-Kitab di antaranya bahwa Allah SWT telah berfirman menyeru Rasul saw.:

!$uZø9t“Rr&ur y7ø‹s9Î) |=»tGÅ3ø9$# Èd,ysø9$$Î/ $]%Ïd‰|ÁãB $yJÏj9 šú÷üt/ Ïm÷ƒy‰tƒ z`ÏB É=»tGÅ6ø9$# $·YÏJø‹ygãBur Ïmø‹n=tã ( Nà6÷n$$sù OßgoY÷t/ !$yJÎ/ tAt“Rr& ª!$# ( Ÿwur ôìÎ6®Ks? öNèduä!#uq÷dr& $£Jtã x8uä!%y` z`ÏB Èd,ysø9$# 4 9e@ä3Ï9 $oYù=yèy_ öNä3ZÏB Zptã÷ŽÅ° %[`$yg÷YÏBur 4 öqs9ur uä!$x© ª!$# öNà6n=yèyfs9 Zp¨Bé& Zoy‰Ïnºur `Å3»s9ur öNä.uqè=ö7uŠÏj9 ’Îû !$tB öNä38s?#uä ( (#qà)Î7tFó™$$sù ÏNºuŽöy‚ø9$# 4 ’n<Î) «!$# öNà6ãèÅ_ötB $Yè‹ÏJy_ Nä3ã¥Îm6t^ãŠsù $yJÎ/ óOçGYä. ÏmŠÏù tbqàÿÎ=tFøƒrB ÇÍÑÈ

48. dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

 

[421] Maksudnya: Al Quran adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam Kitab-Kitab sebelumnya.

[422] Maksudnya: umat Nabi Muhammad s.a.w. dan umat-umat yang sebelumnya.

 

 

  1. 2.       Tujuan Khilafah

Secara umum tujuan khilafah adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin serta meperoleh ampunan dan ridla Allah SWT.

Secara Khusus tujuan khilafah sebagai berikut:

  1. Melanjutkan kepemimpinan agama islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat
  2. Memelihara keamanan dan ketahanan agama dan negara
  3. Mengupayakan kesejahteraan lahir dan batin dalam rangka memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat (sa’adah fi daraini)
  4. Mewujudkan dasar-dasar pemerintahan (khilafah) yang adil dalam seluruh aspek kehidupan umat islam.

 

  1. 3.       Dasar – dasar Khilafah

Sebagai struktur pemerintahan yang pelaksanannya diatur berdasar syariat Islam, khilafah dibangun berdasarkan prinsip yang kokoh untuk menegakkan ajaran agama Allah. Karena itu, khilafah ditegakkan atas dasar-dasar sebagai berikut :[5]

 

a.     Tauhid, yaitu menegaskan ke-Maha Esa-an Allah SWT.

ö@è% uqèd ª!$# î‰ymr& ÇÊÈ

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. (QS. Al-Ikhlas : 1)

 

ö/ä3ßg»s9Î)ur ×m»s9Î) ӉÏnºur ( Hw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ß`»yJôm§9$# ÞOŠÏm§9$# ÇÊÏÌÈ

163. dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Baqarah:163)

 

È@è%ur ߉ôJptø:$# ¬! “Ï%©!$# óOs9 õ‹Ï‚­Gtƒ #V$s!ur óOs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! Ô7ƒÎŽŸ° ’Îû Å7ù=ßJø9$# óOs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! @’Í<ur z`ÏiB ÉeA—%!$# ( çn÷ŽÉi9x.ur #MŽÎ7õ3s? ÇÊÊÊÈ

111. dan Katakanlah: “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. (Q.S. Al-Israa; 111)

 

b.    Persamaan derajat antara sesama manusia, karena yang membedakan satu dengan lainnya hanyalah ketaqwaannya kepada Allah

$pkš‰r’¯»tƒ â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.sŒ 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© Ÿ@ͬ!$t7s%ur (#þqèùu‘$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& y‰YÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ

13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. al-Hujarat ; 13)

c.    Persatuan Islam, yaitu prinsip untuk menggalang persaudaraan dan kesatuan dalam Islam

(#qßJÅÁtGôã$#ur È@ö7pt¿2 «!$# $Yè‹ÏJy_ Ÿwur (#qè%§xÿs?

103. dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, (QS. Ali Imran : 103)

d.    Permusyawaratan atau kedaulatan rakyat. Firman Allah :

yìÏJàfsù äotys¡¡9$# ÏM»s)‹ÏJÏ9 5Qöqtƒ 5Qqè=÷è¨B ÇÌÑÈ

38. lalu dikumpulkan Ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang ma’lum[1080], (QS. Asy-Syura :38)

 

[1080] Yaitu di waktu pagi di hari yang dirayakan.

e.  Keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat. Firman Allah :

* ¨bÎ) ©!$# ããBù’tƒ ÉAô‰yèø9$$Î/ Ç`»|¡ômM}$#ur Ǜ!$tGƒÎ)ur “ÏŒ 4†n1öà)ø9$# 4‘sS÷Ztƒur Ç`tã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍x6YßJø9$#ur ÄÓøöt7ø9$#ur 4 öNä3ÝàÏètƒ öNà6¯=yès9 šcr㍩.x‹s? ÇÒÉÈ

90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl :90)

 

 

B.     SYARAT –SYARAT MENJADI KHALIFAH DAN CARA PENGANGKATANNYA

  1. 1.       Pengertian Khalifah

Khalifah berarti orang-orang yang menggantikan Nabi Muhammad SAW dalam kedudukannya sebagai pemimpin agama dan kepala negara sesudah Nabi wafat.

Dan kesimpulannya khalifah tidak menggantikan rasulullah sebagai Nabi melainkan hanya menggantikan jabatan Beliau sebagai pemimpin negara dan agama.

  1. 2.       Syarat – Syarat Khalifah

Untuk menjadi khalifah harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Beragama Islam
  2. Memiliki ilmu pengetahuan yang cukup luas
  3. Mampu melakukan pengawasan terhadap aparatur pemerintahan dalam pelaksanaan hukum, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Adil
  5. Anggota badan dan panca indera tidak cacat
  6. Dipilih oleh ahli haul wal aqdi (MPR) melalui musyawarah.
  7. 3.     Pengangkatan Khalifah

Pemilihan khalifah dalam islam dilakukan melalui cara yaitu:

  1. Pemilihan secara langsungyang melibatkan seluruh rakyatnyabaik pria maupun wanita untuk menentukan pilihan kepada seseorang yang di anggap mampu sebagai khalifah.
  2. Pemilihan secara tidak langsung, yaitu pemilihan khalifah yang dilakukan melalui Ahlul halli wal aqdi atau wakil-wakil rakyat yang berhak menentukan dan menetapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan persoalan kehidupan umat islam.[6]

 

  1. C.     MAJLIS SYURA
  2. 1.       Pengertian Majlis Syura

Permusyawaratan, hal yang bermusyawarah atau konsultasi. Majlis Syura berarti majelis permusyawaratan atau badan legislatif. Istilah syura berasal dari kata kerja  syaawara-yusyawiru yang berarti menjelaskan, menyatakan atau mengajukan dan mengambil sesuatu.

Hal ini sejalan dengan firman Allah sebagai berikut:

yìÏJàfsù äotys¡¡9$# ÏM»s)‹ÏJÏ9 5Qöqtƒ 5Qqè=÷è¨B ÇÌÑÈ

38. lalu dikumpulkan Ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang ma’lum[1080],

 

[1080] Yaitu di waktu pagi di hari yang dirayakan.

2.   Pengertian Ahlu Halli Wa Aqdi

Dapat diartikan bahwa orang-orang yang mempunyai wewenang untuk melonggarkan dan mengikat atau sekelompok orang yang memilih imam atau kepala Negara atau orang-orang yang mempunyai wewenang.Biasanya istilah ini dirumuskanoleh ulama fiqih untuk sebutan bagi orang-orang yang berhak sebagai wakil umat untuk menyuarakan hati nurani mereka.[7]

Ahlu halli aqdi ialah para alim ulama dan cendekiawan yang dipilih oleh rakyat untuk mewakili mereka.

  1. 2.       Syarat – Syarat Menjadi Anggota Majlis Syura

Untuk menjadi majlis syura seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain:

  1. Memiliki kepribadian yang jujur, adil serta penuh tanggung jawab
  2. Memiliki pengetahuan yang luas sesuai dengan bidangnya dan bertaqwa kepada Allah
  3. Memilikikeberanian untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan serta teguh dalam pendirian.
  4. Merakyat
  5. Berjiwa ikhlas
  6. Dipilih oleh rakyat sesuai asas demokrasi[8]


[2] Al-Hikmah, Fiqih XII MA semester ganjil, team musyawarah gurubin PAI

[5] Al-Hikmah, Fiqih XII MA semester ganjil, team musyawarah gurubin PAI

[6] Al-Hikmah, Fiqih XII MA semester ganjil, team musyawarah gurubin PAI

[8] Al-Hikmah, Fiqih XII MA semester ganjil, team musyawarah gurubin PAI

Tentang jokosambung

Arek ilang kepingin sambung
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s